usaha apa yang bisa maju ditengah krisis begini?

ada sebuah info menarik saat gw kuliah kemarin (selasa, 9 des). jadi, kemarin gw kuliah pengantar pasar modal, yang diajarkan oleh bapak Mangasa Simatupang. sebagian dari kalian mungkin sudah mengenal beliau sebagai dosen ekonomi makro di STAN Bintaro. Beliau dulunya bekerja di Bapepam, dan (tak disangka) ikut menyusun Undang-undang dan peraturan pasar modal. kalo mau tahu, buku UU pasar modal itu hampir sama besar dengan intermediate accounting Stice! lucunya, buku itu dibungkus dengan hardcover berwarna MERAH MUDA.
jadi pas kuliah kemarin Pak Mangasa membahas mengenai produk2 pasar modal yaitu saham, obligasi, dsb. nah, yang namanya Pak Mangasa itu senang membahas kondisi ekonomi negara yang lagi terguncang oleh krisis. dengan gaya seorang ahli keuangan sejati, Beliau menuturkan pendapatnya mengenai kebijakan pemerintah, antara lain kebijakan menaikkan harga rokok dengan tujuan mengurangi konsumsi rokok masyarakat.
suatu saat Beliau bertanya:

"ditengah krisis seperti sekarang ini, industri apa yang tidak akan terpengaruh oleh krisis keuangan global?"

seperti biasa, kalau sudah sore otak mahasiswa STAN mulai macet, jadi pertanyaan itu tidak segera terjawab. lalu Pak Mangasa bertanya lagi,

"bahkan ada industri yang bisa tumbuh disaat industri lain merosot. industri apa?"

tiba-tiba teman gw, namanya Husni alias dJae, menjawab:

"oh, industri primer!"

Pak Mangasa mengangguk.

"ya! industri kebutuhan pokok tidak terpengaruh"

yaah! kalo gitu doang gw juga tahu!
lalu Beliau melanjutkan,

"ada dua barang yang disaat krisis begini justru naik tingkat penjualannya, apa saja?"

karena tidak ada yang mau menjawab (males), Beliau jawab sendiri pertanyaannya,

"Mie instan!, soalnya disaat susah seperti ini orang-orang pada beralih jadi makan mie"
katanya lagi,
"sama rokok! soalnya orang-orang pada stress, jadi lebih banyak ngisep rokok"

gw tersenyum mendengar hal itu. bener juga, ya, kalo ekonomi lagi gawat begini orang memang pilih makan mie karena makanan lain harganya jadi terlalu mahal. kemudian Beliau menjelaskan bahwa informasinya itu berdasarkan sebuah riset mendalam.

"malah ada orang yang rela mengurangi jatah makannya gara-gara rokok" lanjutnya lagi.
"biasanya makan tiga kali sehari, dikurangi terus sampai jadi sekali sehari dengan porsi setengah, hanya dengan tempe-tahu dan kuah sayur yang banyak. baginya tidak apa-apa makan sedikit asal rokok dan kopi masih bisa terbeli sama dia"

wah, kacau sekali, pikir gw. sampai segitunya gara-gara rokok.

"buat pecandu harga nggak masalah" kata Beliau.

yah, beruntunglah para produsen mie instan dan rokok.
untung gw nggak merokok. gw masih doyan makan....

3 komentar:

Anonim mengatakan...

semangatlah belajar!

Anonim mengatakan...

Semangat Bro hehehehe....
eniwei ini blog baru yah??
salam kenal aja deh...
blog nya di perindah bro biar makin banyak yang dateng oke...
salam kenal oyeh

myspaceblog mengatakan...

budi hmmm disini rupanya